|
Local Wisdom 
Pada awalnya adalah ide, kemudian mengendap tanpa tersentuh. Itulah gambaran awal dari komunitas PMII Cabang Ciputat. Komunitas yang kami anggap selalu melahirkan wacana-wacana “unik” meskipun dari obrolan ringan yang disertai petikan gitar. Kami tidak harus menentukan tema apa yang perlu diobrolkan karena bagi kami setiap gerak manusia adalah halal untuk diobrolkan. Itulah apa yang disebut sebagai kebudayaan. Terkadang dari obrolan itu kami bawa sampai ke forum ilmiah; dari gedung tinggi sampai warung kopi, dari para pakar hingga tukang becak. Tujuannya supaya apa yang menjadi obrolan kami bisa mendapat koreksi dari pemahaman yang lain. Tapi prinsipnya tetap kami tidak “mewajibkan” pengetahuan itu lahir hanya dari buku-buku tebal. Makanya obrolan kami ketika di bawa ke level lebih tinggi (gedung) sering dianggap sebagai obrolan kaum tak “beriman” karena jarang menyertai footnote dalam setiap ucapan.
Terlepas dari itu, kadang timbul kebosanan dalam obrolan kami, tidak ada kemajuan yang berarti apalagi sekedar “mengembangkan sayap”. Obrolan itu hanya sebatas kebutuhan pribadi. Ia tidak mampu dinikmati khalayak luas karena memang wonge ya iku-iku wae. Inilah yang kemudian dalam sebuah kesempatan muncul cletukan dari salah satu teman “apa jadinya ya kalau obrolan ini didengar orang” caranya? pake toa? Kata teman disebelah. “ya…lewat media”. Suasana yang tadinya rame menjadi sunyi. Saudara Hamdy yang pada saat itu menikmati secangkir kopi langsung tersentak (uk….). “Oke…… kita buatmedia”. Tapi hanya hitungan detik semangat itu mulai terkikis. Alasannya jelas, menerbitkan sebuah media tidaklah sulit, tapi mengembangkannya dan merawatnya menjadi sebuah media yang berkesinambungan, tentu bukan pekerjaan mudah. Media yang bagus memerlukan dukungan sumber daya manusia yang baik dan dana yang cukup besar. Tapi apa mau dikata kekuatan orang NU itu terletak pada niat. Maka obrolan yang dulunya sekitar wacana kampus tergeser dengan kesibukan mencari nama dari media yang akan terbit ini. Ya..Local Wisdom saya pikir nama yang tepat
Perkenalkan...
Local Wisdom yang lahir dari sebuah keinginan untuk membangun komunitas yang dapat menampung gagasan-gagasan baru dengan mengedepankan kearifan nusantara berusaha menjebatani kesenjangan intelektual di wilayah Ciputat. Misinya jelas yakni bagaimana menyebarluaskan ide yang dalam hal ini dilakukan lewat penerbitan buletin. Kegiatan-kegitan lain, seperti seminar, pelatihan dan penelitian, merupakan bentuk lain dalam penyebarluasan dan apresiasi terhadap wacana-wacana yang berkembang.
Kiranya hikmah dari lahirnya buletin ini membawa keuntungan bagi kedua pihak. Bagi Redaktur dituntut untuk selalu bergumul dengan wacana-wacana baru dan mengasah dunia tulis-menulis, sedangkan pembaca bisa mengikuti wacana-wacana yang sedang hangat diperbincangkan. So,ngak usah sue-sue, u can join with us….
|