gototopgototop
Home » Ekonomi & Bisnis » Pengaruh Publikasi Laporan Arus Kas Terhadap Volume Perdagangan Saham
 
Pengaruh Publikasi Laporan Arus Kas Terhadap Volume Perdagangan Saham
Ditulis oleh Darwanto   
Senin, 13 April 2009 18:33

 

Pasar Modal

 

Prolog

Pasar modal merupakan media yang sangat efektif untuk dapat menyalurkan dan menginvestasikan dana yang berdampak produktif dan menguntungkan bagi investor. Fungsi pasar modal antara lain adalah menjaga kontinuitas pasar dan menciptakan harga efek yang wajar melalui mekanisme permintaan dan penawaran (Siamat, 2004: 249). Informasi yang relevan dapat dijadikan salah satu bahan pertimbangan untuk melakukan investasi bagi investor. Adanya suatu informasi baru akan membentuk kepercayaan baru dikalangan investor (Hastuti & Sudibyo: 1998, 240).

Kebutuhan informasi bagi investor, kreditor dan pemakai eksternal yang lain salah satunya bisa didapatkan dari laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan alat komunikasi bisnis yang dapat memberikan informasi tentang kondisi keuangan berupa posisi keuangan pada suatu waktu atau pada periode tertentu. Dengan demikian akuntansi dapat dipahami sebagai penghubung antara kegiatan ekonomi perusahaan dengan pembuat keputusan (M. Hanafi & Abdul Halim, 2000: 27). Seberapa jauh relevansi atau kegunaan suatu informasi laporan keuangan dapat disimpulkan dengan mempelajari pergerakan volume perdagangan saham di pasar modal dengan keberadaan informasi tersebut.


Laporan Arus Kas

Aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan pengeluaran kas seperti pembelanjaan perusahaan, pembelian aktiva tetap, pembiayaan ekspansi perusahaan serta pengeluaran kas lainnya dan yang berkaitan dengan penerimaan kas dari penjualan dan pendapatan lainnya tidak dapat dijelaskan melalui neraca dan laporan laba rugi, melainkan dalam laporan arus kas. Laporan arus kas melaporkan penerimaan kas, pengeluaran kas, dan perubahan bersih kas, baik yang berasal dari aktivitas operasi, investasi maupun pendanaan (Pratowo D. & Juliaty, 2002: 29)

Beberapa definisi yang terkait dengan kas PSAK No. 2 (2002: 2.2) didefinisikan sebagai berikut:
  1. Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro.
  2. Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat liquid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan.
  3. Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas.
  4. Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan pendanaan.
  5. Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.
  6. Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal pinjaman perusahaan.

Informasi arus kas historis sering digunakan sebagai indikator dari jumlah, waktu dan kepastian arus kas masa depan. Prediksi arus kas masa depan merupakan informasi penting yang membantu pengambilan keputusan bagi para pengguna. Selain itu arus kas juga memberikan manfaat untuk menaksir fleksibilitas keuangan, profitabilitas, dan resiko (Henry Simamora, 1999: 371).

 

Komparasi

Yen (1999) melakukan analisis mengenai pengaruh publikasi laporan arus kas terhadap volume perdagangan saham di pasar modal. Secara umum laporan arus kas dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap volume perdagangan saham. Penelitian tersebut menghasilkan adanya hubungan positif antara arus kas dari aktivitas operasi (AkOp) dan antara arus kas dari aktivitas Investasi (AkIn) terhadap volume perdagangan saham. Sedangkan antara arus kas dari aktivitas pendanaan (AkDa) menunjukkan hubungan yang negatif terhadap volume perdagangan saham.

Cash FlowLaporan aliran kas dapat memberi informasi mengenai likuiditas perusahaan, fleksibilitas keuangan perusahaan, dan kemampuan operasional perusahaan (M. Hanafi & Abdul Halim, 2000: 60). Dalam melakukan analisis investasi, investor seringkali menggunakan informasi dalam laporan arus kas yang lebih mencerminkan likuiditas daripada informasi laba akuntansi. Meskipun para investor menyatakan bahwa mereka menaruh perhatian pada earning, sesungguhnya mereka hanya tertarik pada deviden yang akan diterima dan nilai tunai investasinya (Prastowo D. & Rifka Juliaty, 2002: 28). Informasi laba akuntansi sering diragukan akurasi dan obyektifitasnya karena komponen akrualnya, hal ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan Daito (2005) yang menunjukkan bahwa laba akuntansi yang diumumkan melalui laporan keuangan merupakan informasi yang belum begitu relevan bagi pemodal dalam melakukan keputusan investasi. Laba akuntansi mengandung komponen-komponen akrual yang berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya sehingga sulit diperbandingkan.

Hastuti dan Sudibyo (1998) mencoba menguji pengaruh publikasi laporan arus kas terhadap pengambilan keputusan investor. Ada tidaknya pengaruh dilihat dari perubahan volume perdagangan saham yaitu selama dua tahun sebelum hingga dua tahun setelah publikasi laporan keuangan dan laporan arus kas. Hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa pada periode dua tahun setelah publikasi laporan keuangan rata-rata volume perdagangan saham diseputar tanggal publikasi mengalami peningkatan. Selain itu, publikasi laporan arus kas juga menimbulkan reaksi berupa perbedaan yang signifikan antara rata-rata volume perdagangan relatif sebelum dengan setelah adanya publikasi. Hal ini memberikan bukti empiris bahwa para investor sudah memanfaatkan informasi yang terkandung dalam laporan arus kas untuk pengambilan keputusan investasi.

Naimah (2000) meneliti mengenai pengaruh dari kandungan informasi laba akuntansi dan komponen arus kas terhadap harga saham. Variabel total arus kas secara signifikan berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan variabel laba akuntansi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan Triyono & Hartono (2000) menunjukkan hasil yang konsisten dengan Naimah (2000), bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara arus kas dari aktivitas pendanaan, investasi dan operasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Laporan laba rugi tidak menunjukkan ‘timing’ arus kas dan akibat operasi perusahaan terhadap likuiditas dan solvabilitas (Prastowo D. & Juliaty, 2000: 27).

 

*Penulis adalah alumni Fakultas Ekonomi & Ilmu Sosial UIN Jakarta. Pernah menjadi Ketua Bidang I PC PMII Ciputat 2005-2006. Artikel-artikel yang lain dapat dilihat disini.

Comments
Add New Search
silaturahim
muhammad rusdi (110.139.215.xxx) 2009-11-30 04:41:04

salut sama sahabat-sahabat....!
moga tetap jaya selalu.,
amiiiiiin.....!
kunjungi juga yach situsnya sahabat2 PMII Makassar Raya di
http://www.pmiicamar.com
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Home | Chat Room | Invite your friends | Twitter | Webmail | Mobile Version
__________________________
PMII Komfeis Blog Ahmad Makki UIN Jakarta Watch
http://everythingaboutcancers.blogspot.com/ http://cancer-ology.blogspot.com/ http://everythingcancers.blogspot.com/ http://studyofcancers.blogspot.com/ http://studyforcancer.blogspot.com/ http://studyforcancers.blogspot.com/ http://cancerallinone.blogspot.com/ http://answer-cancer.blogspot.com/ http://everything-cancer.blogspot.com/ http://everything-cancers.blogspot.com/
Copyright © 2008 PMII Cabang Ciputat, All Rights Reserved. Developed by Arthaloka