gototopgototop
Home » Biografi Tokoh » Hery Haryanto Azumy
 
Hery Haryanto Azumy
Ditulis oleh Redaksi   
Sabtu, 21 Maret 2009 07:00

Cermin Generasi Baru Pemuda NU

Hery Haryanto AzumiHery Haryanto Azumi adalah salah satu tokoh muda NU yang saat ini telah cukup dikenal di pelbagai. Karir organisasi yang terbilang lancar dan gagasannya tentang kebangsaan dan kerakyatan yang cukup luas, membuat pemuda kelahiran Trenggalek, 29 April 1977 ini sering tampil di media massa, baik cetak maupun elektronik. Berbagai macam kegiatan baik level nasional dan internasional pernah dia ikuti.

Salah satu kelebihan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), adalah kejelian dan kepekaannya dalam membaca perkembangan situasi nasional dan isu-isu luar negeri. Dengan kegemarannya dalam membaca dan jaringan yang luas, mantan Ketua Umum Cabang PMII Ciputat ini selalu bisa memberikan penjelasan detail soal isu-isu terbaru dari berbagai belahan dunia.

Hery mungkin bisa dibilang cermin pemuda kampung yang sukses berkarir di Jakarta. Orang di kampungnya sebelumnya mungkin tak pernah menyangka bahwa di kemudian hari, Hery bisa tumbuh besar menjadi tokoh nasional dengan karakternya yang kuat. Sebab, sebelum merambah Jakarta, Hery bukanlah siapa-siapa.

Dia bukan keturunan ulama, kiai atau pejabat. Hanya modal semangat dan kemampuan yang membuatnya tumbuh menjadi tokoh NU masa depan. “Saya ini telah telah menjalani berbagai macam susahnya kehidupan,” kata Hery kepada Duta, belum lama ini.
Terlahir dari keluarga yang kuat memegang tradisi keagamaan, Hery sejak kecil dididik untuk menjadi pribadi yang disiplin dan ulet. Hal itu terlihat dari karakternya yang selalu optimis dan tak kenal kata menyerah dalam mengarungi bahtera kehidupan.

Memang demikianlah ajaran yang diterimanya dari keluarga dan pondok pesantren Denanyar Jombang, tempat dia belajar dan mendalami ilmu agama dan ketrampilan hidup.
Hery menuturkan, orang tuanya sengaja memboyongnya ke pondok pesantren yang didirikan oleh tokoh NU KH Bisri Syansuri tersebut untuk nyantri melanjutkan pendidikan formal pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mambaul Maarif. Tepatnya, pada tahun 1995, Hery berhasil menamatkan pendidikan formalnya tersebut dengan nilai memuaskan.

“Banyak hal yang terkenang saat saya berada di Denanyar Jombang. Di situlah, saya mulai tahu lebih dalam tentang NU,” katanya. Merasa keilmuannya belum cukup, pada tahun itu juga, Hery melanjutkan studinya ke Jakarta. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah—UIN Jakarta—adalah perguruan tinggi yang diincarnya. Keinginannya tersebut ternyata tak bertepuk sebelah tangan.

Orang tua ternyata memberikan restu kepadanya. Dia pun akhirnya berangkat ke Jakarta dan diterima pada Fakultas Syariah di perguruan tinggi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Kesempatan menjadi mahasiswa dimanfaatkan Hery dengan baik untuk mengembangkan diri. Dia pun memilih PMII sebagai wadah menempa diri dan mengembangkan bakat berorganisasi yang dimilikinya sejak kecil. Hari demi hari ruang pergaulannya semakin luas. Seiring dengan itu, bakat kepemimpinannya pun semakin tampak. Dia terpilih sebagai Ketua Cabang PMII Ciputat untuk masa khidmat 1998-1999.

Terlalu asyik menjadi aktivis mahasiswa, Hery sempat mengalami keterlambatan menyelesaikan studi. Akhirnya, dengan keuletan dan perjuangan yang gigih, pada tahun 2001, dia berhasil menyandang gelar sarjana S-1. Lulus kuliah tak membuat Hery kehilangan aktifitas. Menjadi penulis dalah pilihannya saat itu.

Dengan kemampuannya, Hery menjadi penulis lepas di berbagai koran ibukota. Dan, yang tergolong luar biasa, dia juga menulis di sebuah koran berbahasa Inggris terbitan Jakarta.

“Dulu saya menulis dengan bahasa Inggris setiap seminggu sekali,” tuturnya.
Kongres PMII di Bogor pada 2005 adalah momen yang bersejarah bagi hidupnya. Mendapat mandat dari PMII Cabang Ciputat, dia mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PB PMII. Alhasil, dengan dorongan para alumni PMII Ciputat, dia berhasil mengungguli kandidat-kandidat Ketua Umum PMII lain dengan suara mayoritas.

Jabatan Ketua Umum PMII adalah hal yang luar biasa baginya, karena sebelumnya dia tak pernah menduga bisa menjadi orang nomor satu di organisasi yang didirikan oleh Mahbub Djunaidi dkk itu. “Melihat panasnya persaingan, terpilihnya saya adalah hal yang luar biasa,” jelas pemuda hitam manis bertubuh tambun ini.

Selain menjadi aktivis PMII, pengalaman lain yang pernah didapatkannya, adalah kegiatan berkunjung ke luar negeri. Diantara program kunjungan ke luar negeri yang pernah diikutinya, antara lain, Program International untuk Ethnisitas, Multikulturalisme, dan Security Issues yang diselenggarakan oleh Departmen Luar Negeri Amerika Serikat di 10 negara Bagian AS (Washington D.C., Maryland, Virginia, Florida, Ohio, Georgia, California, San Francisco, Seattle, New York ), tahun 2003.

Hery juga aktif mengikuti acara diskusi dan dialog di dalam dan luar negeri. Diantaranya menjadi pembicara dalam Dialog antar agama, yang diselenggarakan oleh Acron State University di (Ohio 2003), Lecture pada Frederich Von Hayek’s Thoughts yang diselenggarakan oleh Indonesian CSIS bekerja sama dengan Australian Institute of Liberal Studies dan Swedish Hayek Institute (2002), ASEAN People’s Assembly II, diselenggarakan ASEAN ISIS (Denpasar, 2002) dan Kursus ketrampilan Presentasi and penulisan, granted oleh The British Council (2001).

Di bidang pengalaman kerja, Hery pernah menjadi Directur The Kemang Institute for Research and Analysis (2003-2005), Direktur Riset Yayasan Sentral Indonesia Semesta (2000-2002), Departemen Politik dan Demokrasi, Institute of Social Institutions Studies (ISIS), (sejak 2000). Dia juga punya segudang pengalaman dalam bidang advokasi dan mediasi, di antaranya mediasi konflik sosial di Bekasi dan Tangerang pada tahun 1999 hingga 2004. (ahmad millah hasan)

http://ahmadmillah.com/2009/02/hery-haryanto-azumi-ketua-umum-pb-pmii/

Comments
Add New Search
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Home | Chat Room | Invite your friends | Twitter | Webmail | Mobile Version
__________________________
PMII Komfeis Blog Ahmad Makki UIN Jakarta Watch
http://everythingaboutcancers.blogspot.com/ http://cancer-ology.blogspot.com/ http://everythingcancers.blogspot.com/ http://studyofcancers.blogspot.com/ http://studyforcancer.blogspot.com/ http://studyforcancers.blogspot.com/ http://cancerallinone.blogspot.com/ http://answer-cancer.blogspot.com/ http://everything-cancer.blogspot.com/ http://everything-cancers.blogspot.com/
Copyright © 2008 PMII Cabang Ciputat, All Rights Reserved. Developed by Arthaloka